Protein secara berlebihan tidak menguntungkan tubuh. Makanan yang tinggi protein biasanya tinggi lemak sehingga menyebabkan kegemukan atau bahasa gaulnya obesitas. Diet protein tinggi yang sering dianjurkan untuk menurunkan berat badan kurang beralasan. Kelebihan protein dapat menimbulkan masalah lain, terutama pada bayi.
Kelebihan asam amino memberatkan ginjal dan hati yang harus memetabolisme dan mengeluarkan kelebihan nitrogen. Kelebihan protein akan menimbulkan asidosis, dehidrasi, diare, kenaikan ammonia darah, kenaikan ureum darah, dan demam. Ini dilihat pada bayi yang diberi susu skim atau formula dengan konsentrasi tinggi, sehingga konsumsi protein mencapai 6 g/kg berat badan. Batas yang dianjurkan untuk konsumsi protein adalah 2 kali AKG untuk protein.
Buat para fitness mania yang perlu diperhatikan adlah penggunaan suplemen tambhan, tulisan warning tentang tatacara dan kadar penggunaan suplemen tambhan harus benar-benar diperhatikan. Sesuatu yang berlebihan dan kekurangan itu dapat menimbulkan masalah. Yang baik adlah sewajarnya normal-nya saja. Protein alami dapat kita peroleh dari putih telur, kacang-kacangan, daging, susu, dll. Lebih baik kita memilih protein natural (alami) dari pada esensial (buatan).
Dirangkum dari mas beberapa buku ade rai
Sabtu, 06 Maret 2010
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Poskan Komentar